Arya Wisata Fitri

Arya Wisata Fitri lahir di Lubuk Sikaping pada tanggal 15 Mei 1988. Mengikuti jenjang Pendidikan Sekolah Dasar di SDN 17 Sungai Pandahan, selanjutnya sekola...

Selengkapnya
Karma

Karma

“Bagimu aku ini apa, Bang?”

Hayati menatap lekat-lekat mata kekasihnya itu. Zainuddin merasa kehilangan kata-kata. Kepalanya tertunduk lemah. Seolah merasa bersalah menatap wajah di depannya itu.

“ Jawablah,bang. Selama ini aku kau anggap apa?” Isak Hayati kini terdengar perlahan.

“Maafkan abang, Hayati. Maafkan abang. Abang telah berdosa terhadapmu” Bisik Zainuddin hampir tak terdengar.

“Tega sekali kamu, bang Zain.. Inikah balasan yang mesti kudapatkan atas apa yang sudah kukorbankan selama ini?” Hayati kian tergugu. Ia merasa dunianya runtuh. Ternyata benar kata orang-orang di luar sana. Zainuddin, lelaki gagah yang dipujanya ini hanya menjadikannya pelarian. Dia dimanfaatkan untuk kepentingan lelaki itu. Dan melihat rasa bersalah di wajah Zainuddin, terjawablah sudah semuanya. Lengkap dengan sayatan luka menganga yang ditinggalkan oleh lelaki itu pada hatinya.

“Abang sudah bertunangan, Hayati. Tapi tunangan abang malah memilih laki-laki lain. Tapi kini dia sudah mengakui kekhilafannya. Demi kepentingan keluarga, abang harus memaafkannya. Abang terjebak di situasi ini.. Tolong mengertilah, Hayati” begitu pengakuan Zainuddin.

Hayati terduduk lemas. Lututnya serasa tak bertulang. Dan dunia sekeliling terasa gelap. Di cobanya untuk menarik nafas perlahan. Lihat, bahkan dalam menghirup oksigen saja ada berjuta-juta sel tubuhnya yang terasa sangat sakit. Serasa ada lubang besar yang bercokol di dadanya. Dan lelaki yang dicintainya itu, Zainuddin malah menancapkan pisau berkali-kali di atasnya dan menaburinya dengan perasan jeruk nipis.

Zainuddin berbalik pergi. Meninggalkan Hayati dengan seluruh kesakitannya. Kenangannya. Lukanya. Ketidakberdayaannya. Dan begitulah adanya. Zainuddin harus melanjutkan hidupnya. Ia memang menyayangi Hayati. Tapi, amanat keluarganya saat ini jauh lebih penting. Dan Hayati, perempuan tidak sempurna yang tidak disetujui oleh keluarganya. Zainuddin sadar, cinta tanpa izin orang tuanya takkan berhasil, meski ia sangat mencintai Hayati. Jika takdir sekejam ini terhadapnya, maka Zainuddin juga akan memperkenalkan kekejaman yang terindah kepada Hayati.

Perlahan sekali, Hayati mengangkat kepalanya memandang langkah Zainuddin yang kian menjauh dan akhirnya hilang ditelan temaram senja. Selesai. Semuanya selesai di pertigaan jalan ini. Dan tak ada lagi yang bisa dilakukan olehnya. Zainuddin dengan segala penghianatannya, akan ia coba singkirkan jauh-jauh dari lembar hidupnya. Sambil memperbaiki seluruh hatinya yang hancur tak berbentuk lagi, ia akan menunggu dan menyaksikan sesuatu yang mungkin jauh lebih menyakitkan dari ini kelak menghampiri hidup Zainuddin. KARMA.....

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Pilu hati ini membacanya, terlebih ketika sampai pada kata "malah menancapkan pisau berkali-kali di atasnya dan menaburinya dengan perasan jeruk nipis" wowwww dalam sakitnya. Sukses selalu dan barakallah ditunggu lanjutannya.

07 Dec
Balas

Terima kasih, bun... Sukses selalu utk kita semua..

07 Dec

Memang menyakitkan ketika cinta meninggalkan kita dengan harapan yang bersemi di dada...Karma..Kisah yang menarik Bun..Salam literasi dan.salam kenal...

07 Dec
Balas

Alhamdulillah, Barakallah.. Salam kenal kembali, bun... Dan pastinya 'salam literasi'...

07 Dec

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali